![]() |
| Gambar: Google.com |
Jika tidak ada pemimpin jatuhlah bangsa. Penasehat yang banyak, itu akan menolong. Pemimpin yang memimpin selalu menjadi kerinduan, tapi tak mudah menemukan. Banyak orang tiba ditampuk kepemimpinan bukan karena kemampuan, tetapi karena sistem yang celaka.
Membuat orang bisa menjadi kepala hanya karena warisan jejak nama. Ada juga yang membelinya sehingga tiba di sana. Tetapi tak sedikit yang memanipulasi kebodohan banyak orang untuk mencari keuntungan. Semua diwarnai oleh warna-warni yang menyakitkan.
Naik di bangku pemimpin, namun ia tak akan pernah jadi pemimpin karena memang sesungguhnya ia tak layak di sana. Pemimpin yang memimpin selalu menjadi kerinduan, karena itu kita harus belajar dalam hidup kita. Minimal belajarlah memimpin diri.
Mampukah engkau? Kalau memimpin diri tak bisa, bagaimana bisa memimpin keluarga. Dan mampukah engkau menjadi pemimpin keluarga yang baik? Jika tidak, bagaimana memimpin bangsa? Itu akan menjadi sesuatu yang sangat memalukan bukan?
Pemimpin tak sekedar bagaimana ia bertutur kata dan berbicara. Karena kata-kata bisa diatur dan disusun oleh orang-orang disekitarnya. Tapi pemimpin adalah orang yang punya telinga mendengarkan nasehat para penasehatnya.
Pemimpin adalah seorang yang mempunyai mata jeli untuk melihat persoalan yang sesungguhnya. Tak sekedar bertindak atas laporan semata. Ia mampu mengolahnya dan membuatnya menjadi keputusan bijaksana bagi banyak orang.
Tak selalu menyenangkan semua orang, tapi semua orang bisa menerima dan menyadari apa yang dibuatnya memang benar. Itulah pemimpin. Mungkin itu anda atau mungkin juga tidak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar