![]() |
| Gambar: Google.com |
Salah langkah dalam hidup, itu biasa. Semua orang pernah mengalaminya. Tapi terus menerus disana itu celaka, karena sama saja dengan membunuh dirinya. Oleh karena itu ketika kita salah melangkah. Teguran datang silih berganti tiba ditelinga, jangan menolaknya. Tapi memang perlu menyaringnya.
Supaya teguran yang penuh kebencian diabaikan, karena itu hanya menimbulkan keributan. Tapi teguran bijak harus diperhatikan, berikan telinga sekalipun sering menyakitkan. Teguran yang benar memang tak selalu mengenakkan, hati terkoyak dan rasa teradili tetapi harus berani dinikmati.
Atau anda akan menjadi pecundang karena tidak mampu menghargai nilai teguran yang sejati. Teguran yang manis ditelinga seringkali menjerumuskan, apalagi orang diam dan berkata anda tak salah padahal kesalahan telah tampak di depan mata dan tak terbantah.
Menutupi kesalahan itu bukan teguran tapi racun yang ditumpahkan. Teguran memang tak menyenangkan tetapi itu yang diperlukan, karena dia akan menyelamatkan. Biarlah anak belajar mencintai teguran orangtua yang ingin anaknya berubah dan mempunya masa depan yang cerah.
Tapi biarlah tiap orang memperhatikan teguran dari kawan yang setia. Mengucap kata tak sekedar memilih-milih apa yang menyenangkan telinga. Namun apa yang benar itu yang disampaikannya. Alangkah indahnya hidup ini kalau semua kita memperhatikannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar