![]() |
| Gambar: Google.com |
Jalan yang berliku-liku memerlukan seni mengemudi yang tinggi. Itu persis kalau anda ingin ke daerah pegunungan, tak mungkin menemukan jalan lurus bukan? Kalau tak hati-hati, bisa jadi kematian menanti. Tapi hati-hati jadi sebuah seni yang tinggi, menikmati jalan berliku.
Namun hidup yang berliku-liku dalam kejahatan tak boleh dicoba, apalagi dijalani sepanjang kehidupan. Hidup yang berliku-liku artinya hidup yang tidak bisa dipegang. Bukan soal warna-warni kehidupan, hidup yang berliku-liku tidak bersih disana.
Karena sang bijak berkata ‘hiduplah bersih, supaya kau punya pengharapan’. Tiap langkah mesti dihitung, tiap resiko mesti dipikirkan. Bersih langkah maka mengembirakan yang ditemukan. Berliku-liku penuh kejahatan, tak terduga tampak ada di depan tetapi sekejap ia terhilang.
Karena itu mari kita bijak membangun hari-hari kita dengan bersih. Terus memeriksa diri dan mengevaluasi tanpa henti. Jangan membiarkan liku-liku kejahatan ada disana. Menyenangkan sesaat tapi kemudian membunuh berlipat-lipat.
Bukankah itu menakutkan? Tapi kelakuan yang bersih membuat kita tidak terhambat untuk terus maju, sekalipun terasa sangat melambat. Namun disana anda akan berkata, kelakuan bersih memang sudah seharusnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar